Logo
  • Kategori
    • aki motor
    • Oli Mobil
    • Formula 1
    • Honda Scoopy
    • Oli Motor
    • Spare Part
    • Panduan Harga
    • Honda Beat
    • Selengkapnya
  • Topik
    • aki motor
    • Oli Mobil
    • Formula 1
    • Honda Scoopy
    • Oli Motor
    • Spare Part
    • Honda Beat
    • Lainnya
    • Selengkapnya
  • Artikel Terbaru
  • Artikel Populer
Logo
  • Kunjungi Website Astra Otoparts
  • Ketentuan dan Kebijakan
  • testing halaman 1
  • Halaman Baru
  • Artikel
  • Halaman astraotoshop
Ikuti Kami
Youtube
Facebook
Instagram

© 2026 All rights reserved. TESTING

 

 


Topik :

Halaman :






Topik :

Halaman :





Apakah Bioetanol Aman untuk Kendaraan? Ini Kelebihan dan Kekurangannya

19 Juni 202676 VIEWS
Reading time5 Menit Baca
News
Informasi
Panduan
Tips & Trik
Apakah Bioetanol Aman untuk Kendaraan? Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Pemerintah wajibkan BBM bioetanol E5 mulai semester II 2026. Apakah aman untuk mesin & tangki kendaraan? Simak kelebihan & kekurangannya di sini!

JAKARTA — Pemerintah Indonesia bersiap mengambil langkah besar dalam transisi energi di sektor transportasi. Mulai Semester II 2026 (tepatnya Juli 2026), seluruh badan usaha penyedia Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi (non-PSO) di seluruh wilayah Pulau Jawa wajib mencampurkan etanol sebesar 5% ke dalam bensin, atau yang dikenal dengan program E5.

Kebijakan yang didasari oleh Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2025 ini diumumkan langsung oleh Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi. Tujuannya mulia: menekan emisi karbon dan mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil.

Namun, kebijakan ini memicu pertanyaan besar di kalangan pemilik kendaraan: Apakah bensin campur bioetanol ini aman untuk mesin dan tangki kendaraan kita?

Mari kita bedah secara mendalam dari sudut pandang teknis, kelebihan, serta risikonya berdasarkan penjelasan para ahli otomotif.

BBM Dicampur Bioetanol, Aman atau Tidak? Ini Kata Para Ahli

Secara umum, para pakar sepakat bahwa campuran bioetanol sebesar 5% (E5) sangat aman untuk mayoritas kendaraan modern.

Menurut Pengamat Otomotif ITB, Yannes Martinus Pasaribu, kadar 5% ini masih tergolong rendah dan berada jauh di bawah batas aman internasional, seperti standar E10 (campuran 10%) yang sudah diadopsi secara luas di berbagai negara.

"Selama kadar etanol tidak berlebihan dan proses pencampuran sesuai standar, tidak akan menimbulkan masalah pada sistem bahan bakar maupun performa mesin," ungkap Yannes.

Senada dengan hal tersebut, Pakar Bahan Bakar dan Pelumas ITB, Dr. Ing. Tri Yuswidjajanto Zaenuri, menjelaskan bahwa kendaraan modern di Indonesia yang telah mengikuti regulasi emisi terakhir sebenarnya sudah dirancang untuk bisa menoleransi campuran etanol hingga 10%.

Bahkan, dari pihak pabrikan, Victor Assani selaku 2W Service Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menegaskan bahwa sebagian besar produk Suzuki sejak tahun 2010 sudah kompatibel dengan etanol 10%, bahkan beberapa model siap menerima hingga 20%.

Baca Juga: Apa itu Bioetanol, Biodiesel dan Biogas? Simak Penjelasannya


 

Kelebihan dan Kekurangan Bioetanol

Sebagai bahan bakar alternatif, bioetanol (etanol berbasis nabati seperti tebu, singkong, atau jagung) memiliki karakteristik yang berbeda dengan bensin murni. Berikut adalah tabel komparasi kelebihan dan kekurangan bioetanol bagi kendaraan Anda:

Kelebihan Bioetanol pada BBMKekurangan/Risiko Bioetanol pada BBM
Meningkatkan Oktan (RON): Etanol memiliki angka oktan tinggi, membantu pembakaran lebih efisien dan mencegah knocking (mesin menggelitik).Sifat Higroskopis (Menyerap Air): Etanol mudah mengikat uap air dari udara, yang jika menumpuk bisa memicu korosi di dalam tangki.
Lebih Ramah Lingkungan: Bersifat carbon neutral. Karbon yang dilepas saat pembakaran telah diserap oleh tanaman bahan bakunya semasa tumbuh. Ditambah lagi, emisi CO, hidrokarbon, dan partikel kecil lainnya berkurang.Berpotensi Merusak Komponen Lawas: Bersifat polar dan dapat melunakkan/membuat melar material karet alam serta plastik pada kendaraan tua.
Meningkatkan Performa: Karakteristiknya yang kaya oksigen dapat mendongkrak daya serta torsi mesin jika pencampurannya presisi.Nilai Energi Lebih Rendah: Etanol memiliki kandungan energi sedikit di bawah bensin fosil murni, meski pada kadar E5 efeknya hampir tidak terasa.
Ketahanan Energi Nasional: Membantu menekan angka impor BBM dan memberdayakan sektor pertanian lokal.Risiko Penurunan RON: Jika bahan bakar disimpan terlalu lama dan mengikat banyak air, kualitas campuran bisa menurun.


 

Waspada "Sifat Rahasia" Etanol pada Kendaraan Lama

Meskipun aman untuk mobil dan motor keluaran terbaru, Dr. Ing. Tri Yuswidjajanto Zaenuri memberikan catatan merah untuk kendaraan berusia tua (lawas). Ada dua sifat kimiawi etanol yang wajib diwaspadai pemilik kendaraan lama:

1. Masalah Karat Bukan dari Etanol, tapi dari Air

Etanol memiliki sifat higroskopis (menyerap air). Mengingat Indonesia adalah negara tropis dengan kelembapan udara yang tinggi, etanol dalam tangki bensin bisa menyerap uap air di sekitar.

"Sebetulnya yang menimbulkan karat bukan etanol, tapi karena sifat etanol yang higroskopis, menyerap air yang ada di udara. Nah, karena ada air di dalam tangkinya, maka itulah yang bereaksi," jelas Tri Yuswidjajanto.

Selain itu, etanol dapat bereaksi dengan lapisan antikarat tangki jadul yang masih mengandung timbal. Reaksi ini membuat lapisan pelindung mengelupas, sehingga bajanya langsung terekspos oksigen dan air, lalu berkarat.

2. Efek Polar pada Karet dan Plastik

Etanol bersifat polar yang bertindak sebagai oksidator lemah. Sifat ini mampu meluruhkan ion logam serta melunakkan komponen selang atau seal yang terbuat dari karet alam. Pada kendaraan modern, komponen tersebut sudah diganti dengan material sintetis yang tahan etanol, namun kendaraan lama belum tentu memilikinya.

Belajar dari Negara Lain: Tren Global Campuran Etanol

Indonesia sebenarnya bukan pelopor dalam kebijakan ini. Beberapa negara bahkan sudah melangkah jauh dengan kadar pencampuran yang jauh lebih tinggi:

  • Brasil: Menjadi pelopor global dengan menerapkan standar E27 (27% etanol berbasis tebu) dan memiliki banyak kendaraan berteknologi flex-fuel.
  • Amerika Serikat: Menggunakan bensin E10 sebagai standar umum di bawah aturan Renewable Fuel Standard, serta menyediakan E85 khusus.
  • Uni Eropa: Negara-negara seperti Prancis, Jerman, dan Inggris telah menjadikan bensin E10 sebagai standar utama di SPBU.
  • India: Sedang mempercepat transisi menuju penggunaan bensin E20 secara nasional guna menggenjot kesejahteraan petani tebu mereka.

Baca Juga : Jenis BBM Non Subsidi di SPBU Beserta Nilai Oktan

Tips untuk Pengguna Kendaraan

Implementasi BBM E5 di Pulau Jawa pada Semester II 2026 adalah langkah awal yang aman dan minim risiko bagi kendaraan modern (produksi tahun 2010 ke atas). Anda tidak perlu panik atau melakukan modifikasi apa pun.

Namun, jika Anda memiliki kendaraan lawas, berikut beberapa tips agar tetap aman:

  1. Cek Buku Manual: Pastikan batas toleransi campuran alkohol/etanol yang tertera pada spesifikasi kendaraan.
  2. Hindari Menyimpan BBM Terlalu Lama: Jangan biarkan bensin mengendap terlalu lama di dalam tangki jika kendaraan jarang digunakan, untuk mencegah penumpukan kadar air.
  3. Perawatan Berkala: Lakukan pengecekan rutin pada filter bensin, tangki, dan kondisi selang bensin (fuel hose) untuk mengantisipasi gejala keretakan atau sumbatan karat.

Topik :
SPBU / Pom Pensin

Halaman :11

Artikel Lainnya



Update Tarif Angkutan Umum Jakarta 2026: Tarif TransJakarta, MRT, KRL, LRT dan Mikrotrans (Jaklingko)
Lainnya23 Feb 2026
Reading time6 Menit BacaUpdate Tarif Angkutan Umum Jakarta 2026: Tarif TransJakarta, MRT, KRL, LRT dan Mikrotrans (Jaklingko)
Motor Goyang saat Dikendarai? Ini Penyebab dan Solusinya
Motor03 Apr 2024
Reading time10 Menit BacaMotor Goyang saat Dikendarai? Ini Penyebab dan Solusinya
Aki GS ISS: Perbedaannya dan Cara Perawatannya
Aki Mobil30 Sep 2024
Reading time10 Menit BacaAki GS ISS: Perbedaannya dan Cara Perawatannya
Panduan Lengkap Sewa Motor di Samarinda: Tips, Biaya & Cara Aman Berkeliling Kota
Lainnya06 Jan 2026
Reading time10 Menit BacaPanduan Lengkap Sewa Motor di Samarinda: Tips, Biaya & Cara Aman Berkeliling Kota